Kayu Waru
Waru adalah kayu ringan hingga sedang berwarna cokelat kelabu kehijauan yang liat. Dipakai untuk gagang alat, komponen perahu, dan kayu bakar, serta umum sebagai pohon peneduh pesisir.
01Taksonomi
| Kingdom | Plantae |
| Divisi | Magnoliophyta |
| Kelas | Magnoliopsida |
| Ordo | Malvales |
| Famili | Malvaceae |
| Genus | Hibiscus |
| Spesies | Hibiscus tiliaceus |
02Persebaran
Asal: Pesisir tropis
Budidaya: Umum di pesisir dan pekarangan
Provinsi: Jawa, Sumatra, dan pesisir Nusantara
Habitat: Pantai dan dataran rendah
Ketinggian: 0–500 mdpl
Curah hujan: 1.000–3.000 mm/tahun
Jenis tanah: Berpasir pesisir
03Karakteristik Kayu
04Sifat & Kekuatan
Sifat Fisik
Sifat Mekanik
Ketahanan
05Kegunaan Utama
06Pertanyaan Umum
Untuk apa kayu waru dipakai?
Untuk gagang alat, komponen perahu, dan kayu bakar, karena liat, ringan, dan mudah didapat di pesisir.
Apakah waru tahan air laut?
Cukup tahan, sehingga sejak lama dipakai untuk bagian perahu di daerah pantai.
Data teknis di halaman ini adalah rujukan umum yang dihimpun dari berbagai sumber dan dapat berbeda tergantung asal, umur, dan penanganan kayu. Verifikasi untuk kebutuhan teknis atau komersial.