Kayu Ulin
Ulin atau kayu besi adalah legenda ketahanan dari Kalimantan. Begitu keras dan awet sampai dipakai untuk tiang pancang, atap sirap, dan bantalan rel yang bertahan puluhan tahun.
01Taksonomi
| Kingdom | Plantae |
| Divisi | Magnoliophyta |
| Kelas | Magnoliopsida |
| Ordo | Laurales |
| Famili | Lauraceae |
| Genus | Eusideroxylon |
| Spesies | Eusideroxylon zwageri |
02Persebaran
Asal: Kalimantan dan Sumatra bagian selatan
Budidaya: Sebagian besar dari hutan alam, pertumbuhan sangat lambat
Provinsi: Seluruh Kalimantan, Sumatra Selatan, Jambi, Bangka Belitung
Habitat: Hutan hujan dataran rendah, tepi sungai
Ketinggian: 0–500 mdpl
Curah hujan: 2.500–4.000 mm/tahun
Jenis tanah: Aluvial, berpasir, tanah liat
03Karakteristik Kayu
04Sifat & Kekuatan
Sifat Fisik
Sifat Mekanik
Ketahanan
05Kegunaan Utama
06Pertanyaan Umum
Kenapa ulin disebut kayu besi?
Karena kekerasan dan keawetannya luar biasa. Ulin tahan air, rayap, dan cuaca hingga puluhan tahun tanpa banyak perawatan.
Kenapa ulin makin langka?
Pertumbuhannya sangat lambat dan permintaannya tinggi, sehingga pemanfaatannya kini dibatasi dan dilindungi di sebagian daerah.
Apakah ulin sulit dikerjakan?
Ya, karena sangat keras ulin cepat menumpulkan mata alat dan berat digarap. Butuh alat tajam dan tenaga ekstra.
Data teknis di halaman ini adalah rujukan umum yang dihimpun dari berbagai sumber dan dapat berbeda tergantung asal, umur, dan penanganan kayu. Verifikasi untuk kebutuhan teknis atau komersial.