BerandaDatabase KayuKayu Nangka
Spesies

Kayu Nangka

Artocarpus heterophyllus

Nangka, selain buahnya, menghasilkan kayu kuning yang menua jadi cokelat, cukup awet dan stabil. Klasik untuk furnitur, ukiran, dan badan alat musik gamelan.

MoraceaeArtocarpusFurniturAlat Musik

01Taksonomi

KingdomPlantae
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoRosales
FamiliMoraceae
GenusArtocarpus
SpesiesArtocarpus heterophyllus

02Persebaran

Sebaran di Indonesia

Asal: Asia Selatan dan Tenggara

Budidaya: Dari kebun dan pekarangan

Provinsi: Jawa dan daerah lain

Habitat: Dataran rendah tropis

Ketinggian: 0–1.000 mdpl

Curah hujan: 1.500–2.500 mm/tahun

Jenis tanah: Subur, gembur

03Karakteristik Kayu

Warna
Kuning yang menua jadi cokelat kemerahan
Serat
Lurus hingga berpadu
Tekstur
Sedang
Kilap
Sedang
Stabilitas
Baik

04Sifat & Kekuatan

Sifat Fisik

Berat jenis0,55–0,70
Kerapatan550–700 kg/m³
SusutKecil
Kadar air12–15%

Sifat Mekanik

Kelas kuatII–III
Kelas awetII–III
Janka HardnessSedang
PengerjaanMudah digarap dan diukir

Ketahanan

Rayap★★★★★
Jamur★★★★★
Air laut★★★★★
Cuaca★★★★★

05Kegunaan Utama

Furnitur
Mebel dan kabinet
Alat Musik
Badan gamelan dan gitar
Ukiran
Ukiran dan patung
Bangunan
Kusen dan tiang

06Pertanyaan Umum

Kenapa kayu nangka dipakai untuk gamelan?

Karena stabil, cukup keras, dan resonansinya bagus, kayu nangka jadi bahan klasik untuk rangka gamelan.

Kenapa warnanya berubah?

Kayu nangka kuning cerah saat baru dipotong, lalu menua menjadi cokelat keemasan yang hangat.

Data teknis di halaman ini adalah rujukan umum yang dihimpun dari berbagai sumber dan dapat berbeda tergantung asal, umur, dan penanganan kayu. Verifikasi untuk kebutuhan teknis atau komersial.