Kayu Angsana
Angsana atau sonokembang (Pterocarpus indicus) adalah kayu berwarna merah bata yang harum dan berkilau. Dihargai untuk furnitur halus, ukiran, dan veneer mewah, terutama bagian bermata indah yang dikenal sebagai amboyna.
01Taksonomi
| Kingdom | Plantae |
| Divisi | Magnoliophyta |
| Kelas | Magnoliopsida |
| Ordo | Fabales |
| Famili | Fabaceae |
| Genus | Pterocarpus |
| Spesies | Pterocarpus indicus |
02Persebaran
Asal: Asia Tenggara dan Pasifik Barat
Budidaya: Umum sebagai pohon peneduh dan tanaman kota
Provinsi: Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua
Habitat: Dataran rendah, tepi pantai, tepi sungai
Ketinggian: 0–600 mdpl
Curah hujan: 1.500–4.000 mm/tahun
Jenis tanah: Berpasir hingga liat, toleran
03Karakteristik Kayu
04Sifat & Kekuatan
Sifat Fisik
Sifat Mekanik
Ketahanan
05Kegunaan Utama
06Pertanyaan Umum
Apa itu amboyna pada angsana?
Amboyna adalah bagian gubal atau pangkal angsana dengan corak mata kayu yang sangat indah, dihargai tinggi sebagai veneer mewah.
Kenapa angsana harum?
Kayunya mengandung minyak alami yang memberi aroma khas saat baru dipotong atau digosok, ciri yang disukai untuk mebel.
Apakah angsana termasuk kayu langka?
Populasinya menurun karena banyak diambil, sehingga statusnya terancam dan pemanfaatannya kini diatur. Utamakan sumber yang legal dan lestari.
Data teknis di halaman ini adalah rujukan umum yang dihimpun dari berbagai sumber dan dapat berbeda tergantung asal, umur, dan penanganan kayu. Verifikasi untuk kebutuhan teknis atau komersial.