Alat Bantu

Kalkulator Biaya Produksi

Dukung alat ini

Susun kebutuhan material dan tenaga kerja satu produk, lalu lihat harga pokok per unit sekaligus harga jualnya. Rincian biayanya bisa dicetak menjadi lembar perhitungan untuk arsip maupun lampiran penawaran.

Data produk
Kayu solid 0 m³ · Rp 0

Isi ukuran komponen jadi per satu unit produk. Harga diisi per meter kubik.

Panel lembaran 0 m² · Rp 0

Untuk plywood, MDF, blockboard, dan sejenisnya. Perhitungan memakai lembar ukuran 244 x 122 cm. Harga diisi per lembar.

Hardware & aksesoris Rp 0
Finishing 0 m² · Rp 0

Isi luas permukaan yang difinishing per unit, lalu harga bahan finishing per meter persegi.

Tenaga kerja 0 jam · Rp 0

Isi jam kerja per unit untuk tiap tahap. Kalau memakai sistem borongan, isi jam dengan 1 dan tarif dengan upah borongan per unit.

Susut, overhead & margin

Susut menutup potongan sisa dan bahan gagal. Overhead menutup listrik, sewa, penyusutan mesin, dan gaji non produksi. Margin adalah laba yang kalian ambil di atas harga pokok.

Harga pokok per unit
Rp 0
Total 1 unit: Rp 0
Harga jual per unit
Rp 0
Total order: Rp 0 · laba Rp 0
Kayu solidRp 00%
Panel lembaranRp 00%
Hardware & aksesorisRp 00%
FinishingRp 00%
Susut materialRp 00%
Tenaga kerjaRp 00%
OverheadRp 00%
Harga pokok per unitRp 0100%
Kayu per unit
0
Kayu total order
0
Panel total order
0 lembar
Jam kerja total
0 jam

Kebutuhan panel dihitung dari luas komponen dibagi luas lembar, lalu dibulatkan ke atas untuk keseluruhan pesanan. Pemotongan nyata bisa menyisakan lebih banyak potongan tidak terpakai tergantung pola potong, jadi naikkan persentase susut bila komponennya banyak berukuran ganjil.

Rincian Biaya Produksi
Drafter Furniture
drafterfurniture.com
Produk
-
Jumlah
1 unit
Pembeli
-
Tanggal
24 Juli 2026
Kayu Solid
KomponenUkuran (cm)JmlVolume m³Biaya
-0 x 0 x 010Rp 0
SubtotalRp 0
Panel Lembaran
KomponenUkuran (cm)JmlLuas m²Biaya
-0 x 010Rp 0
SubtotalRp 0
Hardware & Aksesoris
ItemJmlHarga satuanBiaya
-1Rp 0Rp 0
SubtotalRp 0
Finishing
BahanLuas m²Harga per m²Biaya
-0Rp 0Rp 0
SubtotalRp 0
Tenaga Kerja
TahapJamTarif per jamBiaya
-0Rp 0Rp 0
SubtotalRp 0
Perhitungan Harga Pokok
Total materialRp 0
Susut material 10%Rp 0
Tenaga kerjaRp 0
Overhead 15%Rp 0
Harga pokok per unitRp 0
Harga pokok per unit
Rp 0
Harga jual per unit (margin 30%)
Rp 0
Total harga pokok 1 unit
Rp 0
Total nilai order
Rp 0
Perhitungan ini adalah perkiraan berdasarkan angka yang dimasukkan dan belum termasuk biaya pengemasan, pengiriman, bea, maupun pajak kecuali sudah dimasukkan sebagai overhead. Kebutuhan panel dihitung berdasarkan luas, sedangkan pemakaian nyata bergantung pada pola potong. Dokumen dibuat dengan kalkulator biaya produksi Drafter Furniture.

Urutan pengisian

Mulai dari data produk dan jumlah yang akan diproduksi. Lanjutkan ke kayu solid dengan mengisi ukuran tiap komponen untuk satu unit, bukan untuk seluruh pesanan, karena perhitungan jumlah pesanan dilakukan otomatis di akhir.

Setelah material, isi tenaga kerja per tahap. Kalau bengkel kalian memakai sistem borongan, cukup isi kolom jam dengan angka satu dan kolom tarif dengan upah borongan per unit, hasilnya akan sama.

Tiga angka yang menentukan

Susut, overhead, dan margin adalah tiga angka yang paling sering salah ditebak, padahal dampaknya besar. Susut yang terlalu kecil membuat biaya material tampak murah sampai kenyataan di lapangan berkata lain. Overhead yang tidak dihitung membuat bengkel merasa untung padahal listrik dan sewa belum tertutup.

Cara paling sehat menentukan overhead adalah menjumlahkan seluruh biaya tetap bulanan, lalu membaginya dengan nilai produksi rata rata bulanan. Angka itu jauh lebih jujur daripada memakai patokan umum.

Batasan perhitungan

Hasilnya adalah biaya sampai produk selesai di bengkel. Pengemasan, pengiriman ke pelabuhan, dokumen ekspor, dan ongkos kirim laut belum termasuk, sehingga perlu dihitung terpisah sesuai skema penjualan yang dipakai.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu harga pokok produksi?

Harga pokok produksi adalah seluruh biaya yang keluar untuk membuat satu unit produk, mulai dari material, tenaga kerja, sampai overhead. Angka ini menjadi dasar sebelum menambahkan margin laba untuk menentukan harga jual.

Berapa persen susut material yang wajar?

Untuk kayu solid dengan komponen berukuran seragam, susut 5 sampai 10 persen umum terjadi. Untuk komponen banyak dan berukuran ganjil, atau kayu dengan banyak mata dan cacat, angkanya bisa naik sampai 20 persen. Semakin rumit pola potongnya, semakin besar susutnya.

Apa saja yang masuk overhead?

Overhead menampung biaya yang tidak menempel langsung pada satu produk, misalnya listrik, sewa bengkel, penyusutan mesin, perawatan, alat bantu, serta gaji staf non produksi. Besarnya biasanya dihitung sebagai persentase dari biaya produksi.

Kenapa perhitungan panel memakai luas, bukan jumlah potongan?

Menghitung jumlah potongan dalam satu lembar memerlukan simulasi pola potong yang berbeda untuk setiap kombinasi ukuran. Perhitungan berbasis luas lebih cepat dan cukup akurat untuk penawaran, dengan catatan persentase susut dinaikkan bila komponennya banyak berukuran ganjil.

Apakah hasil perhitungan ini sudah termasuk biaya ekspor?

Belum. Angka yang dihasilkan adalah biaya sampai produk selesai di bengkel. Biaya pengemasan, pengiriman ke pelabuhan, dokumen, dan ongkos kirim laut perlu dihitung terpisah sesuai skema penjualan seperti FOB atau CIF.